Selasa, 24 Agustus 2010

sekilas tentang sistem pemerintahan parlementer

Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.
2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.
4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet.
5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.
6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer:
• Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai.
• Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas.
• Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer :
• Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
• Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar.
• Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen.
• Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

Minggu, 25 April 2010

CARUT MARUT DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA...siapa korbanya?????

SIAPA KORBAN, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB DAN APA SOLUSINYA?

         saat ini pemerintah sedang menggalakkan dan membangun komitmen untuk memajukan dunia pendidikan yang didasari deangan rasa kejujuran dan keadilan yang diharapkan kesejahteraan, kemakmuran dalam masyarakat bisa tercapai atau dengan kata lain out put nya harus menjamin kualitas bangsa dan negara yang lebih maju diberbagai bidang.

         cuma permasalahan muncul ketika hukum alam tidak sesuai yang kita harapkan, dan mereka menganggap hal itu menjadi suatu ketidak adilan. sebagai gambaran ada siswa yang disekolah tergolong pandai, mudah bergaul, bahkan nyaris tanpa kasus yang berarti. intinya mereka termasuk golongan yang tidak neko - neko. ternyata disaat saat terakhir mereka mengalami nasib sial bahwa dirinya tidak lulus dalam ujian. padahal ada sekelompok anak yang boleh dikata anak yang kebalikan  yang saya katakan diatas, mereka malah lulus dengan meyakinkan. kalo ditelusuri hal ini salah siapa?apakah pondasi awal yang dibangun semenjak kita mengenal tulis, baca dan hitung itu sudah salah atau ada human erorr yang melibatkan pendidik, siswa atau orang tua. apalagi diperparah dengan anggapan bagi orang - orang yang berkepentingan untuk memperoleh sukses secara instan yang diaplikasikan dengan segala cara yang ditinjau dari sisi moral dan norma hal itu jelas salah yaitu meniadakan sisi KEJUJURAN. kalo sudah begini siapa yang PALING dikorbankan? mungkin jawabnya adalah SISWA itu sendiri. dan yang lain saling lempar tanggung jawab, sama persis yang terjadi di dunia perpolitikan kita yaitu lempar handuk alias lempar tanggung jawab. inilah potret kehidupan dunia pendidikan kita dan itu menjadi PR buat seluruh elemen masyarakat terutama negara untuk mewujudkan cita - cita negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.kita sebagai generasi penerus yang sadar akan kejujuran, mari mulai diri kita, kita perbaiki sistem yang kita pakai ini yang boleh dibilang bagus di casing hancur di dalam.saran saya mari kita bangun pondasi moral dan aklhak sejak dari usia dini, tegakkan aturan yang tegas dan realisasikan dana 20% untuk dunia pendidikan supaya kesejahteraan dunia pendidikan tercapai.dan kami semua yang peduli dengan kemajuan pendidikan di INDONESIA ini mengharap masukan yang lebih dari para pembaca semua untuk dijadikan masukan kepada pemerintah. buatlah SDM kita menjadi orang yang CERDAS YANG BERAKHLAK MULIA