Minggu, 25 April 2010

CARUT MARUT DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA...siapa korbanya?????

SIAPA KORBAN, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB DAN APA SOLUSINYA?

         saat ini pemerintah sedang menggalakkan dan membangun komitmen untuk memajukan dunia pendidikan yang didasari deangan rasa kejujuran dan keadilan yang diharapkan kesejahteraan, kemakmuran dalam masyarakat bisa tercapai atau dengan kata lain out put nya harus menjamin kualitas bangsa dan negara yang lebih maju diberbagai bidang.

         cuma permasalahan muncul ketika hukum alam tidak sesuai yang kita harapkan, dan mereka menganggap hal itu menjadi suatu ketidak adilan. sebagai gambaran ada siswa yang disekolah tergolong pandai, mudah bergaul, bahkan nyaris tanpa kasus yang berarti. intinya mereka termasuk golongan yang tidak neko - neko. ternyata disaat saat terakhir mereka mengalami nasib sial bahwa dirinya tidak lulus dalam ujian. padahal ada sekelompok anak yang boleh dikata anak yang kebalikan  yang saya katakan diatas, mereka malah lulus dengan meyakinkan. kalo ditelusuri hal ini salah siapa?apakah pondasi awal yang dibangun semenjak kita mengenal tulis, baca dan hitung itu sudah salah atau ada human erorr yang melibatkan pendidik, siswa atau orang tua. apalagi diperparah dengan anggapan bagi orang - orang yang berkepentingan untuk memperoleh sukses secara instan yang diaplikasikan dengan segala cara yang ditinjau dari sisi moral dan norma hal itu jelas salah yaitu meniadakan sisi KEJUJURAN. kalo sudah begini siapa yang PALING dikorbankan? mungkin jawabnya adalah SISWA itu sendiri. dan yang lain saling lempar tanggung jawab, sama persis yang terjadi di dunia perpolitikan kita yaitu lempar handuk alias lempar tanggung jawab. inilah potret kehidupan dunia pendidikan kita dan itu menjadi PR buat seluruh elemen masyarakat terutama negara untuk mewujudkan cita - cita negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.kita sebagai generasi penerus yang sadar akan kejujuran, mari mulai diri kita, kita perbaiki sistem yang kita pakai ini yang boleh dibilang bagus di casing hancur di dalam.saran saya mari kita bangun pondasi moral dan aklhak sejak dari usia dini, tegakkan aturan yang tegas dan realisasikan dana 20% untuk dunia pendidikan supaya kesejahteraan dunia pendidikan tercapai.dan kami semua yang peduli dengan kemajuan pendidikan di INDONESIA ini mengharap masukan yang lebih dari para pembaca semua untuk dijadikan masukan kepada pemerintah. buatlah SDM kita menjadi orang yang CERDAS YANG BERAKHLAK MULIA